Masalah dan Ujian
Untuk
seseorang yang kuat tentunya dia akan mampu melewati masalah nya dengan
sendiri, mencari solusinya sendiri serta menarik kesimpulan sendiri. Sebagian
orang beranggapan bahwa masalah yang ia dapatkan adalah salah satu bentuk kebencian
dari pemberi masalah, ada yang beranggapan bahwa mengapa ia diberi masalah
seperti yang ia dapatkan sedangkan ia sudah baik terhadap orang-orang yang ada
disekitarnya, itu semua bisa dikatakan sebagai bentuk emosional seseorang, yang
terkadang bisa ia kontrol atau ia tidak bisa mengontrolnya sehingga bisa
menjadi buah dari masalah itu sendiri.
Masalah
itu sebenarnya salah satu bagian dari proses perkembangan seseorang, bisa
dilihat dari sikap seseorang dalam menanggapi suatu masalah, dan bagaimana
seseorang bisa memahami bentuk permasalahan yang didapatkan, bagi saya masalah itu jika dalam ranah sekolah saya
menyebutnya sebagai suatu ujian, dimana apa yang sudah saya ketahui dan
pelajari diuji atau dilatih bahwa apakah saya bisa menerapkannya atau saya bisa
menggunakannya. Nahh menggunakan yang saya maksud adalah ketika dalam ujian
tentu terdiri dari beberapa pertanyaan yang membutuhkan sebuah jawaban, dari
sini saya bisa menggunakan apa yang saya ketahui untuk menjawab pertanyaan
tersebut, nahh untuk urusan benar atau salah itu sudah menjadi hal yang pasti
dalam suatu pertanyaan. Jika saya benar artinya saya sudah bisa melewati ujian
tersebut dan dinyatakan lulus yang pengaruhnya bagi saya yaitu bisa mengetahui
bahwa saya bisa melangkah lagi ke anak tangga yang selanjutnya untuk
melanjutkan perjalanan saya, tetapi jika saya menuai jawaban yang salah dan dinyatakan
belum lulus, maka sebenarnya itu bukanlah akhir dari sebuah perjalanan,
melainkan itu adalah awal bagi saya bahwa masih perlu mengembangkan pengatahuan
serta menambah apa yang masih belum diketahui sehingga tentu saya harus
mengambil kesimpulan dengan mengembalikan kepada diri saya sendiri bahwa tidak
seharusnya jika langkah saya harus berhenti disini karena kegagalan bukanlah
sesuatu yang harus dijaga,dipelihara,ataupun disesali melainkan harus
menjadi sebuah tantangan bagi saya untuk
bisa melawannya.
Lalu
bagaimana ketika setelah saya mencobanya kembali maka kegagalan lagi yang saya
dapatkan, dan dari situ tentu saya sudah mulai merasa putus asa. Tapi yang
perlu diingat disini yaitu bahwa disekeliling saya banyak orang yang menanti
agar saya bisa menepaki tangga yang terakhir, banyak orang yang menantikan
bahwa saya akan membawa kebahagiaan untuk mereka dan ada seseorang yang selama
ini, dia sudah banyak melakukan pengorbanan untuk saya, yang seharusnya itu
bisa menjadi alasan saya untuk terus melewati jalan yang sudah ditakdirkan
untuk saya sendiri, sebab tidak tahu kapan saya melewati kegagalan ini, dimana
saya bisa mendapatkan sebuah keberhasilan sehingga semestinya saya harus bisa
melawan apa yang menjadi musuh untuk saya yang tentunya itu adalah diri saya
sendiri.
Komentar
Posting Komentar